My Fiksi - Ambillah hikmah dari pengalaman pahit yang pernah kau alami.
Seperti biasanya, pada hari Kamis malam setelah sholat Isya, guru dan karyawan SMKN 1 Guguak dan SDIT An-Nahl mengadakan olahraga bulu tangkis. Pada kamis malam ini kegiatan diadakan di lapangan serbaguna DENSIKO yang berlokasi di depan SMAN 1 Dangung-Dangung. Kegiatan ini diadakan di samping untuk olahraga juga menjalin hubungan silaturahmi diantara kedua instansi.
Pada awalnya kegiatan ini hanya dilaksanakan hanya pada guru dan karyawan SMKN 1 Guguak saja. Mungkin karena olahraga dilaksanakan pada malam hari, pesertanya semakin lama-semakin berkurang. Akhirnya mengadakan olahraga tandang dengan SDIT An-Nahl. Beberapa kali An-Nahl diundang main di SMKN, sehingga terjalin silaturahmi yang erat, sehingga dibuat kesepakatan kalau Hari Senin main di SMKN 1 Guguak dan Kamis malam main di SDIT An-Nahl.
SMKN 1 Guguak memang belum punya GOR sendiri untuk olahraga bulu tangkis ini. Masih menyewa Gedung atau Hall Badminton di daerah Taeh Baruah. Hall kepunyaan dt. Jayo. Sistem sewanya bukan sewa per hari tetapi harga kock saja dinaikkan. Tetapi untuk malam itu memang tidak ada pemain dari luar yang datang untuk bermain disana.
Sementara ini, Gedung yang dipakai untuk lapangan yang ada di An-Nahl pun sedang di renovasi. Rencana dari pihak AN-Nahl akan membuat lokal belajar tambahan. Jadi untuk sementara lapangan tersebut tidak bisa digunakan untuk olahraga bulu tangkis. Akhirnya rekan-rekan dari An-Nahl mencari alternatif lain untuk tetap bisa olahraga. Ada sebuah gedung serbaguna baru di Depan SMAN 1 Dangung-Dangung, yang didalamnya juga ada lapangan bulutangkis. Setelah disepakati dengan yang punya gedung, akhirnya tim PB SMKN 1 Guguak dan PB An-Nahl bisa memakainya untuk hari Kamis malam.
Hari ini nak bujang minta pergimalam mingguan. Aku pikir apa dia lagi suntuk gak ni ya.. biasanya susah betul untuk diajak tu. Ada aja alasan agar bisa tinggal di rumah. Walaupun dirumah sendirian. Terkadang sambil berseloroh bilang, "Abang biar yang mentahnya aja ya."
Tadi sekitar jam 15.00 Wib nelp.
"Yah nanti kita pergi malam mingguan ya..?"
Dengan sedikit rada terkejut si Ayah bilang "Malam Mingguan kemana..?"
"Ke Dst Chantha Batusangkar, Yah..!"
"Iya deh.. bilang lah sama Bunda dulu"
"Udah.. kata bunda, kalau ayah setuju, bunda ngikut aja.."
"Kala begitu Okelah.. Nanti setelah sholat asyar, abang langsung kesekolah ayah aja pake motor, ntar motornya ditinggalin aja di sekolah. Sebab kalau ayah harus pulang dulu, bisa-bisa kita nyampe di sana, yang dituju itu udah tutup. Setelah njemput dedek nanti, kita langsung berangkat"
"Oke, Yah.."
Assalamualaikum Wr. Wb...
Dalam surah Al-Baqarah ayat 156 dalam Al-Qur'an tertulis:
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'un." Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali."
(Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/529033/tulisan-innalillahiwainnailaihirojiun-dalam-bahasa-arab-yang-benar)
Telah meninggal dunia, mamak kami, anak dari nenek kami, ayah dari adik kami, saudara dari etek dan pak etek kami yang benama Epa. Beliau meninggal karena kecelakaan tunggal tadi pagi, menabrak tiang listrik. Menurut cerita yang didapat beliau hendak pergi kerumah temannya.
Sebagai manusia biasa, dia tidak luput dari kesalahan. Baik itu disengaja atau pun tidak disengaja. Untuk itu, kami dari pihak ahli waris meminta maaf kepada kita semua, agar dapat memaafkan kesalahan beliau. Akan tetapi kalau ada kesalahan yang belum bisa di maafkan karena utang piutang berupa emas yang berbingkah, kami mohon agar mamak kami ini dilepaskan terlebih dahulu, istilahnya kalau lah torang kabuik di hulu, nanti kami dari pihak ahli waris akan melunasi semuanya. Dan tolong di bilang, karena kami tentu tidak tahu jenis utangnya atau kepada siapa almarhum ini berutang.
Begitu juga dengan kita sesama kita ya.. Mungkin diantara kita ini jarang ketemu karena kesibukan hari-hari, tanpa harus berjabatan tangan, marilah kita saling maaf-memaafkan. Mari kita lepaskan semua kesalahan masa lalu. Karena nanti ini akan panjang urusannya nanti di akhirat kelak.
Selain itu marilah kita jadikan hal yang kita hadapi sekarang ini, yaitu kematian dari mamak kami sebagai iktibar (pelajaran). Karena semua kita akan pasti menghadapi kematian. Cuma kita menunggu waktu saja. Kapan jatah kita, yang jelas semakin lama kita hidup di dunia ini, akan semakin dekat kita dengan yang namanya kematian tersebut. Apabila sudah wafat, putuslah semua amal ibadah kita, putuslah hubungan kita dengan dunia yang fana ini, kecuali 3 hal yaitu :
Pada jam 07.20 Wib saat sampai di sekolah, matahari sudah tinggi. Sang surya memancarkan sinarnya, memberikan warna kecerahan pada bumi setiap harinya. Semoga dengan kecerahan ini akan membawa kecerahan pula untuk siswa-siswa di SMK N 1 Guguk ini dalam menuntut ilmu. Begitu juga dengan guru-guru serta karyawan yang ada, memberikan semangat dalam bekerja.
Namun akhir-akhir ini anggota yang ikut main bulu tangkis semakin berkurang. Banyak kemungkinan alasan pada anggota kedua PB tersebut. Mulai dari jauh, main terlalu malam sehingga tidak fokus untuk kerja esok harinya, sinar raket putus dan belum diperbaiki. Memang semua alasannya masuk akal. Tapi itulah resiko kalau main pada malam hari ini. Dan ini dimaklumi saja bagi anggota yang lainnya.
Khusus pada hari ini ada lagi lawan yang lebih berat, terutama bagi rekan-rekan yang pakai motor pergi ke lapangan. Karena sejak magrib cuaca kurang mendukung. Gerimis, kalau ditempuh basah, pakai mantel alias jas hujan, nanggung. Akhirnya yang datang hanya rekan-rekan yang rumahnya dekat dari lapangan. Yang hadir hanya 9 orang, sehingga hanya satu set saja bisa untuk istirahat, main lagi. Hanya sampai jam 11 semua sudah pada capek, akhirnya selesai deh..
Kelok 9 adalah salah satu ikon kabupaten Lima Puluh Kota. Kelok 9 tersebut adalah jalan raya yang dibuat berliku-liku sebanyak 9 tikungan patah. Jalan tersebut melintasi bukit barisan yang lumayan agak terjal, sehingga jalan harus dibuat berliku-liku supaya jalan bisa dibuat jadi landai. Jalan tersebut terdapat di desa Ulu Aia Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Jalan ini termasuk jalan lintas yang menghubungkan antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau.
Main bulu tangkis ini dimulai setelah sholat isya, karena di hall dt. Jayo ini hanya ada satu lapangan, maka kami terpaksa bergantian mainnya. Satu partai terdiri dari 4 orang. Hanya saja pada waktu waktu tertentu, yang hadir sangat banyak sehingga untuk main yang kedua, menunggunya sangat lama. Namun yang di kejar dalam bermain bulu tangkis ini bukan olah raganya, tetapi berkumpul dan tertawa-tertawa bersama. Terkadang ada malah teman tersebut yang datang tidak membawa peralatan untuk main, tapi hanya sekedar untuk bersenda gurau saja, setelah beberapa hari belakangan capek mengajar. Karena di sana ada dibuat kedai minuman, jadi rekan-rekan yang tidak main duduk di kedai minuman untuk ngopi atau minum teh telur.
Sebenarnya jadwal main untuk guru-guru SMKN 1 Guguk ada 2 kali seminggu yaitu hari Senin dan hari Kamis. Hari Kamis lapangan di cater adalah hall di depan SMAN 1 Dangung-dangung. Kalau di sana ada dua lapangan, sehingga selesai mainnya bisa cepat.
Sekitar jam 17.00 Wib tadi, saya bersama istri dan anak bungsu pergi kembali ke perkemahan si abang. Kemarin si dedek tidak bisa ikut karena kecapekan pulang sekolah dan tertidur di mobil. Saat kami mau pergi, si dedeknya masih tertidur. Dan kemarin pun saat kami ke sana si abangnya menanyakan si dedek tu. Mungkin ada kerinduan ama adeknya. itulah mereka ya.. kalau berjauhan salah satu saling menanyakan. Tapi kalau mereka berkumpul, perang terus. Mungkin kalau mereka berjauhan, lawan sparing tidak ada lagi ya ha..ha..ha..
Mereka kelihatan senang sekali. Tapi aku tak tahu apa isi hati mereka. Mungkin mereka senang, karena sebentar lagi akan menaklukkan puncak Merapi, atau ada juga karena biasanya kami pergi hanya dengan
Pawai kemerdekaan ini diadakan setelah upacara Bendera memperingati detik-detik proklamasi Kemerdekaan.